" Alkitab Hari Ini "
Jumat, 20 Agustus 2010
Bagaimana Caranya Menangani Konflik & Kritik dengan Bijaksana- 2
Ada sembilan jalan yang dapat Anda tempuh dalam mengatasi konflik dengan bijaksana.
1. ketika timbul konflik antara Anda dengan seseorang, entah ada kritik atau tidak, peliharalah roh yang tenang, yang damai.
2. Jangan langsung membela diri. Bukan berarti tidak akan ada saat-saat dimana Anda harus membela diri.
3. Mintalah Roh Kudus untuk mengunci mulut Anda dan menjaganya (Mazmur 141:3).
4. Mintalah Roh Kudus yang hidup di dalam diri Anda , memberi penglihatan yang tajam, agar Anda memahami apa yang sesungguhnya terjadi.
5. Apapun yang terjadi, konflik apapun yang Anda hadapi, pandanglah itu sebagai berasal dari Allah.
6. Mintalah Roh Kudus menunjukkan kepada Anda … apakah ini karena kesalahan anda? Kalau anda penyebabnya, Roh Kudus akan menunjukkannya pada Anda, memang Andalah yang menyebabkan konflik itu.
7. Seandainya seseorang bersalah kepada Anda atau ia yang menyebabkan konflik, atau ia yang mengritik Anda, maafkanlah atas apapun yang terjadi.
8. Arahkanlah pandangan Anda melampaui konflik atau kritik itu, dan tanyakanlah … Bagaimanakah di lain waktu saya dapat menghindari hal seperti ini? Apakah yang dapat saya lakukan untuk orang ini, untuk membantunya memahami bahwa saya mengasihinya, bahwa saya peduli? Apakah yang dapat saya perbuat, agar orang ini mengerti bahwa ada cara lain yang lebih baik, untuk menangani hal-hal seperti ini?
9. Manfaatkanlah konflik itu dan lakukan dua hal. Yaitu mintalah agar Allah menolong Anda untuk belajar dari konflik itu mengenai: bagaimana orang memberi tanggapan, bagaimana orang berpikir.
Lakukan dua hal. Yaitu mintalah agar Allah menolong Anda untuk belajar dari konflik itu mengenai : bagaimana orang memberi tanggapan, bagaimana orang berpikir. Mengapa manusia bersikap seperti itu. Apa yang membuat manusia memberikan respons seperti itu. Apakah saya sekudus seperti yang saya duga? Apakah saya benar-benar dapat memelihara ketenangan, kedamaian? Apakah saya benar-benar dapat mengasihi musuh saya? Apakah saya benar-benar dapat dengan tulus mendoakan orang ini? Konflik itu juga peluang yang sangat baik untuk mendemonstrasikan kehidupan Kristus melalui cara kita memberikan respons. Kita tidak pernah tahu seberapa jauh orang yang belum diselamatkan itu, ketika melihat respons kita, mungkin menjadi senjata yang paling ampuh bagi Roh Kudus untuk menembus hatinya, dan menolongnya memahami bahwa iman Kristiani kita itu nyata. Bahwa iman Kristiani kita itu sungguh memungkinkan kita menghadapi konflik dan mendengarkan kritik. Meskipun kita berhadap-hadapan dengan kesulitan, kesusahan, ujian, kesakitan, kritik, cemooh, tetapi kita tetap dapat tersenyum, tetap ada damai dan sukacita dalam hati, apapun yang terjadi dan berapa lama pun.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ma Kasih Koment NYa